Pesona
pantai Kuta di Gunung Kidul. Pantai Sepanjang adalah pantai yang sangat putih
pasirnya di antara jajaran pantai yang ada di Gunungkidul. Bibir pantainya
memanjang mirip pantai Kuta di Bali. Membutuhkan waktu kurang lebih setengah
jam dari pusat kota Wonosari untuk melihat hamparan pasir putih Sepanjang atau
sekitar 20 km dari Wonosari. Pantai Sepanjang diapit oleh pantai Kukup di
sebelah kanannya dan pantai Watu Kodok di sebelah kirinya. Dari jalan raya
butuh 1 km perjalanan menyentuh airnya, sekarang jalanan itu sudah halus
beraspal dan sangat indah karena jalan menurun di hiasi ladang, pepohonan
tropis seperti kelapa, ketela dan lain sebagainya. Seperti membelah gunung
menuju lautan, karena kanan dan kirinya perbukitan karst.
Pemberian
kata "Sepanjang" disebabkan pantai ini memiliki garis pantai
terpanjang diantara pantai-pantai di Kabupaten Gunung Kidul. Pantai Sepanjang tidak
memiliki barrier atau pulau yang menghalangi. Angin berhembus begitu kencang,
sepanjang mata memandang hamparan putih pasir yang sedikit kasar dan ombak yang
bergulung-gulung saling berkejaran. Batuan di Pantai Sepanjang merupakan batuan
gamping dan melapuk menjadi tanah jenis Mediteran. Kearifan lokalnya masih
terjaga alami. Pantai ini belum lama di buka menjadi tempat wisata sekitar 5
tahun yang lalu. Semakin ramai dan di kenal masyarakat setelah jalanannya di
aspal tiga tahun yang lalu, dan tak perlu berjalan jauh dari tempat parkir
menuju bibir pantai yang melambai-lambaikan riak ramai nyanyian ombaknya yang
pecah.
Beberapa
gubuk beratap daun kering berdiri di beberapa sudut menghadap ke pantai
menyediakan berbagai olahan ikan, udang dan hasil pantai lainnya. Di pantai ini
tidak kita temukan perahu-perahu nelayan, namun pantai ini adalah tempat
budidaya rumput laut. Rumput laut dengan berbagai jenis bisa di olah menjadi
berbagai macam olahan ada yang di keringkan dan di jadikan es rumput laut atau
agar-agar, ada rumput laut yang dijadikan keripik dan ada juga rumput laut yang
di olah menjadi “gudangan”, orang Gunung Kidul sering menyebutnya seperti itu.
Rumput laut di kukus dan dihidangkan dengan sambal “gudangan”. Masih ada
beberapa jenis keripik yang bisa ditemukan di sana keripik udang, keripik
jingking dan keripik kulit ubi.
Lingkunagan
pantai masih asri dan terjaga, masih bisa dikatakan pantai yang perawan dan
bersih. Sanitasinya bagus, banyak kamar mandinya dan tempat sampah. Pengelolaan
para pedagang sekitarnya juga di kelola secara organisasi kemasyarakatan jadi
ada diskusi termasuk dalam penetapan harga makanan, minuman, parkir dan lain
sebagainya sehingga tak ada monopoli. Tempatnya luas dan tidak terlalu ramai
berpotensi menjadi kawasan pariwisata yang nyaman, hemat, dan memuaskan untuk
keluarga maupun siapa saja yang ingin berlama menghabiskan waktu bersama.
Oleh: Amalia Ulinnuha / PBSI / G
Oleh: Amalia Ulinnuha / PBSI / G
Tidak ada komentar:
Posting Komentar