Rabu, 17 Oktober 2012

Janji jari-jari

Kelingking dan ibu jari
yang terpisahkan jari telunjuk, jari tengah, dan si manis
Saat kelingking terluka
Seakan ibu jari terasa sakit
Suatu hari ibu jari terluka parah
Hingga kuku yang melindunginya tercongkel patah
Darah menetes
Seperti peluh air mata si jari kelingking
Perlahan darah membeku
Kelingking mengusap dengan lembut ibu jari
Sampai akhirnya ibu jari telah pulih
Sejak itu ibu jari berjanji
Akan selalu bersama kelingking
Tak kuasa pada hari itu
Ibu jari mnyentuh kelingking yang lain
lebih hangat dan nyaman
Ia lebih sering bersama kelingking itu
daripada kelingking sang penolong
Kini ibu jari tak pernah lagi menyentuh kelingking seperti dulu
Ia semakin terbuai dengan kelingking yang baru
Yang mengusapnya dengan kasar dan menjijikan
Akhirnya kelingking penolong hilang diamputasi
Sebab ibu jari yang bermain pisau bermata tajam
Tak ada lagi nyanyian merdu ibu jari dan kelingking
bernyanyi irama yang sama
Tiap pagi dan petang
Mereka bertemu
Dahulu
Tiap pagi dan petang
Kini hanya ibu jari dengan kelingking baru dengan cat merah menyala
Oleh : Sara Wulandari / G / PBSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar